Awal tahun ini, Warung Pintar mendapatkan pendanaan seri B senilai US$27,5 juta atau sekitar Rp387,8 miliar. Investor terdahulu yakni SMDV, Vertex, Pavilion Capital, Line Ventures, Digital Garage, Agaeti, Triputra, Jerry Ng dan EV Growth, yang memberikan suntikan dana tersebut. PT Visionet Internasional (OVO), layanan e-wallet milik Lippo Group, juga ikut bergabung menyuntikan dana.

Pendanaan ini adalah langkah baru dalam upaya mentransformasi usaha mikro agar mampu bersaing menghadapi ekonomi masa depan. Melalui pendanaan ini, Warung Pintar juga berharap mampu memicu pertumbuhan warung-warung di berbagai daerah.

Berusaha untuk terus bertumbuh

Warung Pintar memperluas pasar ke Kabupaten Banyuwangi pada Desember 2018, dan mempunyai target untuk mencapai 100 kios  di kabupaten tersebut pada akhir Maret 2019. Total kios yang sudah dibuka di sebagian Jakarta, Tangerang, Depok dan Banyuwangi, kini mencapai 1150 kios. Target selanjutnya adalah membuka total 5000 kios pada akhir 2019.

Pencapaian gerai Warung Pintar dalam bentuk jumlah, diiringi dengan kenaikan pendapatan mitra. Berdasarkan data yang terkumpul, pendapatan mitra mengalami peningkatan sebesar 41% dibanding sebelumnya.

Pertumbuhan Warung Pintar mencapai 575 kali lipat selama setahun terakhir. Selain itu, setiap investasi yang diberikan Warung Pintar menciptakan dampak sosial secara langsung (Social Return On Investment) sebesar 110%. Dampak tersebut meliputi pendidikan anak, kesehatan, hubungan sosial masyarakat, kemampuan untuk berwirausaha, dan indikator peningkatan kualitas kehidupan lainnya.

Pendanaan ini merupakan dukungan yang luar biasa dari seluruh stakeholder di ekosistem, seperti product principal, masyarakat setempat, pemerintah, investor, dan pemilik warung. Warung Pintar dinyatakan sebagai salah satu startup yang paling cepat perkembangangnnya dalam portofolio di East Ventures. Pendanaan ini diharapkan semakin memicu pertumbuhan, adopsi, dan berdampak mendalam bagi masyarakat khususnya pertumbuhan UKM.

Fokus untuk memberdayakan UKM

pendanaan

Warung Pintar dan OVO memiliki fokus yang sama, yaitu memberdayakan UKM dan pengusaha mikro sebagai bagian penting dari inklusi keuangan. Warung Pintar mampu menegaskan keyakinan pihak OVO dalam menjadi bagian dari pertumbuhan UKM Indonesia di era digital ekonomi. Warung Pintar dipercaya berada di posisi yang tepat untuk mempercepat adopsi digital Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia.

Vertex, yang juga salah satu investor, berbagi visi yang sama dengan Warung Pintar dalam memberdayakan populasi yang kurang terlayani dan membangun kesempatan yang serupa bagi semua orang. Mereka pun menyatakan kebanggaannya menjadi bagian dari usaha ini.

Warung Pintar dianggap akan mampu menjangkau dan mengubah UKM yang tidak terlayani tanpa kemampuan teknologi dan dipercaya sebagai platform yang akan memberdayakan inklusi digital. EV Growth juga percaya bahwa Warung Pintar sangat unik dalam penggunaan teknologinya untuk memberdayakan jutaan UKM di seluruh Indonesia.

Pertumbuhan pesat ini juga tak luput dari kerjasama dan kerja keras tim Warung Pintar yang juga disebut sebagai AnWar (Anak Warung). Kini, Warung Pintar memiliki 200 AnWar yang bekerja dengan baik dan akan terus berkembang. AnWar juga terus bekerja untuk membawa perkembangan dalam ekonomi Indonesia dalam bentuk produk dan pelayanan Warung Pintar.

Bagi yang belum tahu, Warung Pintar  hanya berjumlah 2 gerai pada Januari 2018 lalu. Sekarang, dengan semangat yang masih sama saat pertama kali digagas, Warung Pintar akan terus berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia. Mari saling bahu membahu membantu upaya Warung Pintar dalam menciptakan ekonomi masa depan untuk seluruh kalangan; khususnya masyarakat akar rumput.