Zaman sudah semakin maju. Oleh karena itu, perlu ketekunan dan improvisasi agar bisa bersaing, apalagi dalam hal bisnis. Ibu Laili, salah seorang Juragan Warung Pintar, memang nggak merasakan edukasi di bangku sekolah. Namun, semangat dan tekadnya dalam meraih peluang usaha nggak pernah mati.

Mari simak perjalanan Ibu beranak 1 ini dalam menggapai peluang usaha dan menjadikannya omzet berharga. Buat Sobat Warung yang ingin mencari inspirasi dan perjalanan seputar hidup, lanjut baca atikel ini ya!

Perjalanan awal Ibu Laili

 

peluang usaha

Ibu Laili datang dari Tasikmalaya dan merantau ke Jakarta sejak 2012. Berawal dari ikut berjualan legen lontar di Bekasi, Ibu Laili lalu membuka usaha yang sama dengan sang suami di perbatasan Lenteng Agung – Depok. Pendapatannya saat itu nggak kurang dari Rp1.000.000,- per hari, lumayan banget kan?

Sayangnya, tempat Ibu Laili mencari nafkah bukan tempat yang sesuai untuk berjualan. Ibu Laili pun harus berurusan dengan penertiban. Penertiban ini membuat Ibu Laili dan suami mencari tempat lain untuk mencari nafkah. Mereka pun berakhir di sebuah trotoar bawah jembatan penyebrangan orang (JPO), yang nggak jauh dari tempat berjualan sebelumnya.

Pindahnya tempat mereka berjualan, ternyata berefek pada jumlah penghasilan. Pendapatan mereka pun saat itu menurun hingga Rp700.000,- per hari. Sebabnya, pelanggan setia mereka mulai berkurang karena pada nggak tahu lokasi berjualan mereka yang baru.

Nasib kurang baik lalu kembali menimpa Ibu Laili dan keluarga. Gerobak yang Ibu Laili gunakan sehari-hari untuk berjualan, diangkut karena penertiban. Sejak nggak punya gerobak, Ibu Laili berjualan di dalam kios yang sebelumnya digunakan sebagai gudang. Pendapatan Ibu Laili dan suami pun menurun.

“Turun banget. Kadang Rp150.000. per hari, pernah juga cuman Rp30.000. Saya samapai diomelin adik saya karena masih mau jalanin usaha kayak gini. Tapi ya saya gini orangnya: ngotot,” ujar Ibu Laili yang semakin bersemangat untuk curhat.

 

Warung Pintar hadirkan harapan dan kepercayaan diri

peluang usaha

Babak hidup Ibu Laili berubah setelah sang suami menemukan Warung Pintar di Facebook. Merasa Warung Pintar adalah sebuah peluang usaha, sang suami pun mendaftarkan diri tanpa sepengetahuan Ibu Laili.

Juli 2018, peluang usaha yang Ibu Laili harapkan muncul dalam bentuk gerobak kuning Warung Pintar. Ibu Laili pun resmi menjadi Juragan Warung Pintar saat itu. Sejak saat itu, gerobak Warung Pintar membuat orang-orang sekitar tertarik untuk mampir dan membeli barang dagangannya.

Berkat Warung Pintar, pendapatan Ibu Laili pun mampu naik hingga Rp800.000,- per hari. Hal ini semakin membuat Ibu Laili semakin percaya diri. “Sejak ada Warung Pintar, ya Alhamdulillah saya jadi lancar bayar kontrakan. Saya juga bisa fokus membiayakan anak saya sekolah,” ujar Ibu Laili

Ibu Laili percaya, dengan ketekunan dan pantang menyerah, peluang usaha dalam bentuk apapun akan sangat mungkin untuk diraih. Hingga kini, Ibu Laili juga terus melebarkan usahanya, salah satunya berjualan jamu secara offline dan online di marketplacePendapatan yang masuk akan Ibu Laili gunakan untuk menambah modal usaha. Ibu Laili menambahkan: “Kalau barang dagangan yang dijual variatif, pembeli juga berdatangan.”

Ibu Laili berharap ke depannya, bahwa warung miliknya mampu menyerupai minimarket dengan tata letak barang yang lebih rapih. Meskipun sempat mengalami berbagai macam rintangan, Ibu Laili nggak mudah menyerah.

Percaya aja, bahwa usaha nggak akan mengkhianati hasil. Ibu Laili sudah memberikan contohnya melalui cerita di atas. Buat Sobat Warung yang mau meraih peluang usaha seperti Ibu Laili, silakan kunjungi website kami di warungpintar.co.id dan jadilah Juragan Pintar! [AFN]