Internet kini menjadi kebutuhan banyak orang. Maka dari itu, nggak perlu heran kalau di beberapa negara maju internet gratis sudah bisa dirasakan oleh masyarakatnnya.

Sebelum ada internet gratis, sejarah internet bisa ditelisik jauh ke belakang sampai dekade 1950-an. Berawal dari keinginan menang dari perang ideologi dan digunakan untuk keperluan militer, internet sekarang menjadi salah satu kebutuhan bagi rakyat dunia. Artikel ini akan membahas bagaimana teknologi tersebut kini mampu berada di tengah-tengah kita.

Peristiwa penting sebelum kehadiran internet

internet gratis

sumber: euronews.com

Ada satu peristiwa penting yang menyebabkan cikal bakal kehadiran internet. Peristiwa tersebut adalah diluncurkannya wahana luar angkasa Sputnik oleh Uni Soviet pada tahun 1957. Peluncuran Sputnik ke luar angkasa menandakan bahwa Uni Soviet berhasil menjadi negara pertama yang mengirimkan objek ke orbit bumi.

Perlu diketahui, pada masa tersebut Uni Soviet sedang mengalami Perang Dingin; perang ideologi antara kapitalis dan komunis, dengan Amerika Serikat paska Perang Dunia 2. Kesuksesan Uni Soviet dalam meluncurkan Sputnik membuat Amerika Serikat merasa tertinggal beberapa langkah dalam hal teknologi.

Maka dari itu, pada tahun 1958, Amerika Serikat melalui Departemen Pertahanan menciptakan Advanced Research Project Agency (ARPA), yakni sebuah badan yang bertujuan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi di negara tersebut. Badan dalam Departemen Pertahanan Amerika Serikat ini nantinya menginisiasikan teknologi yang menjadi cikal bakal kehadiran internet di dunia.

Bermula dari projek militer

internet gratis

Ide mula internet tercetus untuk projek militer. Saat itu, Departemen Pertahanan membutuhkan sebuah teknologi yang memungkinkan beberapa titik vital saling terhubung dan dapat melakukan komunikasi. Tujuannya satu: Untuk mengatasi masalah jika terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari informasi terpusat, sehingga bila terjadi perang dapat cepat dihentikan.

Melalui ARPA, terciptalah ARPANET (Advanced Research Project Agency Network) pada tahun 1969. ARPA memungkinkan beberapa titik vital saling terhubung dan membentuk sebuah jaringan terpadu. Mulanya, ARPA hanya mampu menggabunggkan 4 titik saja, yakni Stanford Research University, University of California, Santa Barbara dan University of Utah.

Nggak lama kemudian, setelah diperkenalkan secara umum pada tahun 1972, ARPANET mulai dikembangkan ke daerah-daerah dan universitas lain.

Maka dari itu, karena ARPA sendiri jadi sulit untuk mengaturnya, ARPANET dipecah menjadi 2 fungsi. Pertama untuk fungsi kemiliteran dengan nama MILNET dan yang kedua berfungsi untuk keperluan non-militer dengan masih menggunakan nama ARPANET. Kedua istilah ini bergabung dan dikenal dengan nama DARPANET. Nggak lama kemudian, DARPANET disederhanakan menjadi internet.

Internet gratis di beberapa belahan dunia

internet gratis

sumber: malvernsclassic.com

Internet terus berkembang pesat. Beberapa penemuan silih berdatangan membuat internet semakin canggih, seperti TCP/IP, DNS dan masih banyak lagi. Dulu, penggunaan internet secara masif awalnya disediakan secara berbayar. Namun di era seperti sekarang, internet gratis dan tanpa kabel (Wi-Fi) mulai menjamur di berbagai macam negara. Salah satunya Amerika Serikat.

Sebagai negara yang mengembangkan internet untuk pertama kali, layanan internet secara gratis sudah pasti tersedia di negeri Paman Sam ini. Kecepatannya bahkan nggak main-main: Bisa sampai 1000 Mbps.

Negara lain yang menyediakan internet gratis adalah Korea Selatan. Sebagai negara yang punya banyak wisatawan dari mancanegara, Korea Selatan ikut memberikan layanan umum berupa internet cepat secara gratis.

Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Indonesia sendiri belum banyak memberikan layanan internet secara gratis ke masyarakatnya. Namun di beberapa titik; khususnya di daerah-daerah yang banyak pengunjung seperti taman, internet gratis sudah bisa dirasakan. Meski begitu, jumlahnya belum begitu banyak.

Namun sekarang-sekarang ini Indonesia sudah kehadiran Warung Pintar. Warung Pintar selain sebagai tempat nongkrong dan berbelanja aneka jajanan, juga menyediakan internet gratis dalam pelayanannya. Jumlah Warung Pintar di sekitar Jabodetabek bahkan sudah mencapai sekitar 1000 unit.

Kehadiran Warung Pintar adalah pertanda awal, bahwa Indonesia sebentar lagi siap dengan diterapkannya internet gratis buat masyarakat, sehingga akses terhadap informasi yang luas akan terbuka selebar-lebarnya untuk siapa aja.

Tertarik untuk menjadi bagian dari Warung Pintar? Daftar segera di sini!