Mari kita sepakati bahwa ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang baik. Ilmu dan pengetahuan menjadi awal mula bagaimana manusia akhirnya bisa menciptakan teknologi, bisa pergi ke bulan dan menemukan fenomena-fenoman baru yang mencengangkan.

Ada banyak manfaat jika kita terus menerus menambah wawasan kita. Contoh paling dekat, mitra-mitra Warung Pintar yang semakin terbantu usaha warung mereka karena ilmu pengetahuan yang didapat.

Pak Yulianto yang terbantu akibat ilmu pengetahuan

ilmu pengetahuan

Nggak sedikit mitra Warung Pintar mengaku bahwa banyak keuntungan yang mereka dapat setelah bergabung dengan Warung Pintar. Salah satu keuntungan tersebut adalah semakin luasnya wawasan mereka.

Seperti yang diceritakan Pak Yulianto, mitra Warung Pintar di kawasan Pinang Griya 1. “Setelah bergabung dengan Warung Pintar saya sudah mulai mendapatkan pengetahuan baru tentang operasionalisasi warung secara digital,” ucap mitra yang mempunyai usaha bimbel ini.

Pak Yulianto memang nggak salah. Pemakaian teknologi; atau secara digital, akan sangat berguna banget di berbagai bidang, termasuk dalam hal bisnis warung.

“Dulu saya nggak tahu tentang digitalisasi, sekarang penerapannya sudah bisa dilakukan di bisnis warung saya langsung,” ujar Pak Yulianto.

Wawasan yang Pak Yulianto dapat munculnya juga macam-macam. Ada yang melalui pengalaman langsung, teman yang Ia temui, sampai pelatihan yang Warung Pintar kasih. Pak Yulianto bahkan bercerita: “Setelah bergabung, saya jadi banyak bertemu orang baru, sehingga kegiatan berbagi pengalaman jadi lebih sering.”

Ilmu pengetahuan setidaknya membuat Pak Yulianto makin bisa berpikir maju agar warung miliknya bisa berkembang. Ia bahkan tahu teknologi itu penting, dan paham bahwa inovasi akan sangat dibutuhkan di era yang serba cepat seperti sekarang. Pak Yulianto pun membuat berbagai macam produk baru buatannya agar mampu menarik pelanggan lebih banyak.

Bagaimana menggunakan ilmu dan pengetahuan secara efektif?

ilmu pengetahuan

Pak Yulianto sudah membuktikan bahwa ilmu dan pengetahuan membantu dirinya lebih mudah dalam mengelola warung. Bukan hanya Pak Yulianto, beberapa penemu dan pebisnis sukses juga merasakan hal yang serupa.

Pertanyaannya sekarang bagaimana mungkin kita bisa menampung segala macam ilmu yang ada di dunia ini dalam kepala kita yang punya kapasitas terbatas?

Jawaban untuk pertanyaan itu adalah nggak bisa. Kita nggak bisa menuntut otak kita untuk menampung semua pengetahuan yang ada di dunia. Hal ini membawa kita ke pertanyaan kedua: lalu, apa yang harus kita lakukan agar menguasai ilmu dan pengetahuan?

Nah, untuk jawaban dari pertanyaan terakhir itu tercermin dari kata-katanya Jeff Hester. Hester pernah bilang: pengetahuan adalah kunci menuju sukses, tapi dalam dunia yang penuh dengan perubahan cepat seperti sekarang, bukan apa yang kamu tahu yang dinilai penting, tapi bagaimana kamu menggunakannya.

Ilmu pengetahuan itu ada banyak banget. Ada seputar bisnis, otomotif, sains, filsafat, ekonomi sampai teknologi. Cara mudah pertama untuk menguasai ilmu pengetahuan adalah dengan tahu terlebih dahulu prioritas dalam hidup kamu. Kamu mau jadi pebisnis? Atau kamu mau jadi politisi? Tentukan itu dulu pertama kali, lalu kamu akan lebih mudah dalam memilah ilmu yang ingin kamu konsumsi.

Cuman ilmu pengetahuan nggak berhenti sampai situ. Dalam mendalami sebuah bidang, perubahan akan tetap terus terjadi. Tugas kita selanjutnya setelah tahu mendalami ilmu pengetahuan adalah untuk terus mempertanyakan apa yang kita pelajari. Apakah hal tersebut adalah cara terbaik untuk diterapkan di bidang kita?

Hester pernah menyinggung itu lagi. Kuncinya adalah: ilmu pengetahuan yang baik nggak datang dari pencarian alasan bahwa kamu benar, melainkan pencarian alasan bahwa apa yang kamu pelajari itu bisa aja salah. So, jangan pernah lelah untuk belajar dan mencari ilmu!