Akhirnya, kita sampai di penghujung tahun 2018. Kita semua sudah siap menulis daftar resolusi tahun depan. Salah satu resolusi yang paling umum adalah turunnya berat badan, ada yang ingin mencoba hal baru, pindah pekerjaan atau mengembangkan bisnis. Namun, sebelum kilas balik diri kita di tahun sebelumnya dan merencanakan resolusi untuk tahun depan, sebetulnya apa sih yang benar-benar kita butuhkan?

resolusi akhir tahun

Menentukan Apa yang Diinginkan

Arti kata resolusi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah “pernyataan tertulis, biasanya berisi tentang tuntutan suatu hal.” Dengan kata lain, resolusi yang kita buat merupakan sebuah tuntutan akan diri kita. Nah, seberapa jauh kita akan menuntut diri sendiri?

Dalam memutuskan tuntutan, ada hak dan kewajiban yang harus kita lakukan untuk diri kita. Sudahkah kita disiplin terhadap diri sendiri? Apa kita terlalu memanjakan diri dengan mengikuti kemauan disaat kita tahu sebetulnya tidak butuhkan? Mungkin, sebagian dari kita takut untuk mencoba hal baru, padahal siapa tahu ketakutan tersebut hanyalah ada dalam pikiran saja. Tidak ada yang tahu bahwa ide bisnis yang sudah kita simpan sejak lama sebetulnya bisa berkembang asal kita mau memulai.

Kita pasti pernah merasakan adanya ketakutan, keraguan, ketidakdisiplinan dan kemalasan dengan tuntutan kita sendiri. Contohnya, saya berkali-kali mengingatkan diri saya untuk memasak di tempat tinggal, karena resolusi saya menabung agar bisa berwisata ke tempat yang sudah diidamkan. Pada kenyataannya, ketika kelelahan melanda, saya tidak menyempatkan diri untuk masak dan akhirnya mengeluarkan dana untuk membeli makanan. Jika kejadian ini hanya terjadi sehari, mungkin tidak begitu berdampak pada tuntutan saya untuk menabung. Tapi jika ini terjadi selama berminggu-minggu, resolusi saya hanyalah jadi tulisan belaka.

Lakukanlah Secara Konsisten

Suatu saat, saya pernah mendengar seseorang mengutarakan nasihat yang berarti bagi saya. Kalimatnya sederhana, orang itu hanya berkata “setiap hari, lakukanlah sesuatu yang akan membuat dirimu di esok hari berterima kasih padamu.” Hal sederhana ini mengingatkan kita bahwa orang yang berhasil mencapai impiannya bukanlah orang yang bekerja keras dalam satu malam. Selalu ada pengulangan, pembelajaran, kedisiplinan dan keberanian. Pada akhirnya pertanyaan yang patut ditanyakan ke diri kita sendiri adalah, seberapa kuatkah kemauan kita untuk mencapai resolusi yang kita inginkan?

Semua orang bisa saja menuliskan resolusi mereka. Ingin kurus, ingin mengembangkan bisnis, ingin naik pangkat dalam pekerjaan dan sebagainya. Tapi, ada satu hal yang kita harus ingat yaitu; resolusi hanya akan menjadi tulisan yang berlalu apabila tidak dibarengi dengan tindakan secara konsisten. Dibutuhkan ketekunan secara rutin, memang terdengar mudah namun sulit diterapkan. Tapi ketekunan melatih diri kita untuk mencapai resolusi secara perlahan.

Jadi, mari kilas balik selama satu tahun kemarin, apa yang sudah kita capai? Apa yang belum dicapai? Apakah kita mempunyai ketekunan setiap harinya untuk mencapai resolusi? Atau masih terjebak dalam ketakutan akan kegagalan? Ini saatnya kita mulai lakukan hal yang berarti untuk diri kita setiap harinya.

Sama halnya seperti menjadi mitra Warung Pintar, dibutuhkan kerja keras untuk mengembangkan bisnis dan membuat warung ramai pelanggan. Hal tersebut tidak terjadi dalam satu hari, dibutuhkan berbulan-bulan untuk mendapatkan pelanggan tetap dan meninggalkan kesan yang baik untuk semua yang singgah. Mereka yang menjadikan resolusinya sebuah kenyataan sadar bahwa ada satu prinsip yang sama dalam hal apapun yang dapat dicapai; tidak ada sesuatu yang hebat dapat dicapai dalam waktu yang singkat. Jika orang lain bisa berhasil, lantas apa yang menghalangimu? (Ad.)