Blog/Bisnis/Artikel/Usaha Sampingan Karyawan di Masa Pandemi Dengan Modal Minim/

Usaha Sampingan Karyawan di Masa Pandemi Dengan Modal Minim

Oleh Rico Hidayat/13 September 2021/
Share:

Masa pandemi yang tak kunjung berakhir memang menimbulkan dampak signifikan. Tidak terkecuali bagi karyawan, baik swasta, PNS, maupun kontrak. Meski sudah memiliki penghasilan tetap, namun ketidakpastian dan peningkatan kebutuhan di masa pandemi mendorong sebagian besar karyawan untuk menambah pendapatan. 

Namun demikian, di tengah ketidakpastian seperti saat ini, tentunya seseorang akan mencari pekerjaan atau usaha sampingan yang bisa dilakukan tanpa resiko yang terlalu besar.  Berikut ini adalah beberapa pilihan usaha sampingan yang dapat dilakukan: 

Dropshipper

Menjadi dropshipper barang-barang online merupakan pilihan menarik bagi karyawan. Selain itu kamu juga bisa melakukannya di mana saja dengan modal 0 rupiah. Kamu juga tidak memerlukan tempat berjualan dan tidak perlu melakukan proses pengemasan.

Kini, dropshipper dapat dilakukan dengan mudah di marketplace seperti Tokopedia dan Shopee. Keuntungannya pun dapat kamu ambil sendiri dari selisih harga jual supplier. Besaran modal dropshipping dari marketplace adalah besaran harga yang pembeli bayarkan kepada anda untuk dibayarkan kepada supplier

Skema keuntungan dropshipper online: 

  • Harga barang di toko online (supplier) Rp 500.000
  • Harga jual yang kamu patok kepada pembeli Rp 530.000

Jadi, keuntungan yang kamu dapatkan dari barang tersebut adalah Rp 30.000.

Dibalik keuntungannya, ada beberapa hal yang menjadi tantangan untuk melakukan dropshipping

  • Kamu harus memberikan respon cepat dan ramah kepada pembeli. 
  • Kamu harus sering cek ketersediaan barang. 
  • Kamu harus cek supplier tentang kualitas barang yang akan dikirim, karena proses pengemasan dan pengiriman langsung dari supplier

Youtuber

Siapa dari kamu yang sering menghabiskan waktu menonton Youtube? Karena sering beraktivitas di rumah, membuat waktu luang terasa lebih banyak. Menonton Youtube menjadi salah satu jalan keluar dari kebosanan sehari-hari. Tetapi sadarkah kamu bahwa menjadi seorang Youtuber dapat menambah pundi-pundi pendapatan?

Sebagai pemula, modal awal menjadi Youtuber tidaklah besar. Cukup bermodal handphone dengan kamera yang memadai dan aplikasi penyunting video. Tidak perlu repot mencari topik video, kamu bisa memulai dengan hobi atau review terhadap film, buku, atau musik yang sedang trend.

Keuntungan yang didapat sebagai Youtuber salah satunya berasal dari Revenue per Impression (RPM) atau keuntungan dari 1000 penayangan iklan di video.

Dilansir dari maucash.id, keuntungan menjadi Youtuber dapat ditelisik sebagai berikut:

  • 1.000 penayangan iklan video = Rp 7.000
  • 1 juta penayangan iklan video = Rp 7.000.000 

Menarik, bukan? Di balik keuntungannya, kamu juga harus tahu beberapa tantangan menjadi Youtuber:

  • Kamu harus memiliki kreativitas yang tinggi untuk membuat konten video menarik. 
  • Kamu harus meluangkan cukup banyak waktu untuk proses rekaman dan edit video. 

Warung 

Usaha warung kelontong

Tidak hanya menjadi dropshipper dan Youtuber, kamu juga bisa membuka bisnis kecil seperti warung. Memiliki usaha warung bisa dilakukan siapa saja, tidak memandang usia dan profesi pelakunya. Karyawan  juga dapat mengelola warung dengan modal yang pas di kantong. 

Modal untuk membangun usaha warung memang tergantung pada jumlah dan  produk yang akan dijual. Hal ini turut menentukan besar kecilnya warung atau toko kelontong yang ingin dibuka. 

Sebagai pemula, setidaknya kamu membutuhkan modal* kurang lebih Rp 5.500.000 dengan rincian sebagai berikut:

  • Belanja stok warung : Rp 4.000.000 (sesuaikan dengan kebutuhan)
  • Meja dan kursi : Rp 500.000
  • Timbangan warung : Rp 500.000
  • Biaya listrik, air, dll : Rp 500.000
  • Total biaya : Rp 5.500.000

*besaran modal bersifat perkiraan

Dari modal tersebut, perkiraan omzet yang diperoleh selama sebulan adalah:

Asumsi keuntungan per hari Rp 300.000

Rp 300.000 x 30 hari = Rp 9.000.000

Dari kalkulasi keuntungan dan pengeluaran modal di atas, dapat disimpulkan bahwa kamu bisa balik modal di bulan pertama sebesar Rp 3.500.000. 

Keuntungan tersebut akan naik apabila kamu bisa mendapatkan stok kebutuhan kelontong dengan harga grosir termurah. 

Saat ini, kamu tidak perlu bingung mencari stok barang untuk warung. Tidak perlu repot mencari agen karena kamu bisa berbelanja stok warung lewat aplikasi Warung Pintar.  Di Warung Pintar tersedia berbagai macam barang dengan harga yang kompetitif. 

Di saat pandemi ini, kamu tidak perlu datang ke tempat belanja stok kelontong. Cukup pesan dari rumah, barang akan diantar langsung ke tempat kamu secara gratis dalam 1×24 jam. 

Dengan bergabung menjadi Juragan Pintar, warung kelontong kamu juga dapat melakukan transaksi keuangan digital yang lebih praktis. 

Di sisi lain, kamu juga harus memperhatikan hambatan membuka warung kelontong:

  • Harga jual antar warung kelontong sangat kompetitif. 
  • Harus rajin cek masa kadaluarsa barang.
  • Biaya operasional seperti listrik juga harus diperhatikan.
  • Jarak antara satu warung kelontong dengan lainnya cenderung berdekatan. Harus bisa menyiasati keunikan warung agar lebih banyak didatangi konsumen. 

Pakaian Bekas (thrift/preloved)

Sc: Alikka Khalistha (Youtube)

Berjualan pakaian bekas di masa pandemi mungkin jarang terdengar. Di sisi lain, kegiatan ini adalah salah satu bisnis yang persen keuntungannya dapat kita tentukan sendiri, lho!

Jika ingin tanpa modal, kamu bisa menjual kembali pakaian di rumah yang tidak terpakai. Pakaian bekas milik ayah, ibu, adik, kakak juga dapat dijual kembali dengan cara bagi hasil pendapatan.

Tapi jika ingin menjual pakaian bekas dengan variasi produk, maka membeli stok pakaian bekas adalah solusinya. Pakaian-pakaian bekas baik impor maupun lokal bisa didapatkan di pasar pusat fesyen, seperti Pasar Tanah Abang, Pasar Senen atau tengkulak khusus pakaian bekas.

Harganya bervariasi tergantung pada merk, kualitas bahan, kondisi, dan size pakaian. Namun kini terdapat berbagai paket usaha bisnis pakaian bekas sesuai jumlah dan kualitas. 

[H3] Berikut adalah gambaran modal dan keuntungan yang didapat dari berjualan pakaian bekas:

10 pcs pakaian bekas =  Rp 300.000. 

Meskipun bisa mendatangkan keuntungan yang besar, namun ada beberapa hambatan menjadi thrifter

  • Kamu tidak dapat menjamin kualitas pakaian yang kita jual, karena bersifat second-hand.
  • Kamu harus kreatif memasarkan produk, karena produk yang dijual tidak memiliki penampilan sebagus produk baru.
  • Kamu tidak dapat menjamin kebersihan produk yang datang dari tengkulak 

Menjual Foto di Situs Online

Sc: Unsplash.com

Punya segudang hasil jepretan di handphone atau kamera? Tenang, sekarang kumpulan foto tersebut  bisa dijadikan sumber pendapatan, kamu bisa menjualnya di situs online baik nasional maupun internasional.

Cara kerjanya yaitu dengan memberikan lisensi atau hak milik foto yang kamu unggah kepada situs penjualan foto online, seperti Shutterstock, Adobe Stock, Unsplash, Alamy, dan situs lainnya.

Setiap situs memiliki prosedur bagi hasil yang berbeda. Namun mayoritas dinilai dari banyaknya unggahan foto, konten, dan jumlah pengunduhan foto.

Salah satu situs penjualan foto dengan keuntungan yang cukup besar adalah Alamy. Dikutip dari jsp.co, keuntungan dari menjual foto di situs ini adalah sebagai berikut:

  • Foto yang paling banyak dicari memiliki harga jual US$500
  • Foto biasa US$90
  • Fee fotografer 25% per foto yang dijual.

Maka keuntungan yang akan kamu peroleh yaitu Rp 1.260.000 dari foto biasa yang dijual dan 25% dari keuntungan tersebut yaitu Rp 945.000.  

[H3] Menggiurkan sekali, bukan? Namun ada beberapa tantangan menjual foto di situs online: 

  • Foto yang diupload harus memiliki kualitas berstandar internasional, berupa High-Definition (HD) dan komposisi warna.
  • Hasil foto akan bersaing dengan contributor seluruh dunia.
  • Sistem pembayaran yang rentan terjadi kesalahan, karena dilakukan secara online.
  • Jumlah foto yang diunggah juga akan menentukan bagus tidaknya portfolio. 

Food Vlogger

Kalau tadi sudah membahas usaha sampingan bagi penggemar fotografi, sekarang saatnya bagi penggemar kuliner. Review kuliner yang diunggah ke media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Youtube kini dapat menambah penghasilan kamu. 

Dengan sistem endorse, kamu bisa memberikan review terhadap sebuah produk kuliner dengan membuatnya menjadi konten video. Biasanya komisi akan diberikan sesuai dengan durasi dan kualitas video yang dibuat dan jumlah followers kamu di media sosial. Semakin banyak followers kamu, maka tarifnya akan semakin tinggi pula.

[H3] Dalam menentukan tarif, kamu harus memperhatikan beberapa tingkatan yang sering dijadikan patokan para influencer dan food vlogger. Ada 4 level penentuannya:

  • Micro 1: 1.000 – 24.999 followers. Jumlah komisinya sebesar Rp 2.760.000 dengan estimasi viewers sebanyak 1.596.
  • Micro 2: 25.000 – 49.999 followers. Jumlah komisinya sebesar Rp 4.188.690 dengan estimasi viewers sebanyak 3.650. 
  • Micro 3: 50.000 – 99.999 followers. Jumlah komisinya sebesar Rp 5.472.059 dengan estimasi viewers sebanyak 7.461.
  • Macro 1: 100.000 – 249.999 followers. Jumlah komisinya sebesar Rp 7.749.419 dengan estimasi viewers sebanyak 15.804. 
  • Macro 2: 250.000 – 499.999 followerst. Jumlah komisinya sebesar Rp 12.331.132 dengan estimasi viewers sebanyak 35.772.
  • Premium 1: 500.000 – 749.999 followers. Jumlah komisinya sebesar Rp 13.107.142 dengan estimasi viewers sebanyak 61.023.  
  • Premium II: 750.000 – 999.999 followers. Jumlah komisinya sebesar Rp 18.970.558 dengan estimasi viewers sebanyak 86.742.
  • Selebriti: 1.000.000 – lebih followers. Jumlah komisinya sebesar Rp 27.718.750 dengan estimasi viewers sebanyak 357.758. 

Disamping keuntungannya, terdapat beberapa hambatan menjadi food vlogger:

  • Keharusan memiliki kreativitas untuk menyunting video agar menarik.
  • Kamera handphone yang digunakan minimal memiliki kualitas yang baik.

Tantangan untuk menambah jejaring pertemanan agar video review kuliner dapat dilihat secara masif dan memberi keuntungan berlipat bagi produsen kuliner yang menyewa jasa kamu.

Share:
tokosmart brand logo
    Warung Pintar HQ 2
  • Jl. Lauser No. 28, Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12120