wpg-logo

Tempatnya Juragan Dapat Informasi Terbaru Seputar Bisnis Warung!

Blog/Bisnis/Artikel/Proses Bisnis: Pengertian, Manfaat, dan Tahapan/

Proses Bisnis: Pengertian, Manfaat, dan Tahapan

Oleh Utari Eka Rulita/11 October 2021/
Share:
proses bisnis

Buat kamu pemilik bisnis, pasti punya tantangan tersendiri dong, saat membuat rancangan kegiatan produksi? Pertanyaan-pertanyaan kayak, “Gimana, sih, biar barang dagang bisa jadi tepat waktu?” atau “Kenapa karyawan selalu telat datang, ya? Padahal pelanggan udah pada antri mau potong rambut!” muncul ketika kamu udah bingung gimana caranya mengelola operasional bisnis agar lebih maksimal. 

Eits, jangan khawatir! Artikel ini akan menjelaskan tentang pengelolaan Proses Bisnis mulai dari pengertian, manfaat, aspek utama, dan tahapannya agar kegiatan operasional dan pembuatan barang dagang bisnismu bisa mendapatkan hasil optimal. Supaya kamu lebih paham, akan ada contoh langsung, lho! Kita simak bersama, yuk.  

Pengertian Proses Bisnis

Proses Bisnis adalah rangkaian aktivitas terstruktur yang melibatkan banyak sumber daya untuk menghasilkan output bisnis baik barang/jasa. Jadi, Proses Bisnis ini merupakan langkah-langkah yang sistematis antara satu proses dengan proses lainnya,  sehingga tercapai hasil yang diinginkan.

Contohnya saja, nih sebelum membuat pakaian untuk dijual, pemilik harus melakukan serangkaian proses, mulai dari membeli bahan baku, membuat desain, membawanya ke penjahit, dan menjualnya. Pembagian proses tersebut melibatkan sumber daya dengan keahlian yang berbeda-beda. Gabungan proses dan sumber daya tersebut dinamakan proses bisnis. 

Proses Bisnis pertama kali dicetuskan oleh Adam Smith dalam bukunya “An Inquiry Into The Nature and Causes of The Wealth of Nations” (1827). Adam Smith menilai bahwa pembagian kerja berdasarkan proses dan aktor yang melakukannya akan meningkatkan produktivitas. Dalam buku tersebut, Adam Smith menyatakan:

Seorang pekerja menarik keluar kawat dan yang lain meluruskannya. Sepertiga memotongnya lalu seperlima melakukan proses penggilingan. Untuk membuat barang membutuhkan dua hingga tiga kegiatan operasional yang berbeda. Dengan pembagian kerja ini, terdapat total delapan belas proses yang berbeda dan inilah yang membuat barang produksi memiliki kualitas sempurna.

Adam Smith (1827), An Inquiry Into The Nature and Causes of The Wealth of Nations

Adam Smith menekankan bahwa setiap proses dalam bisnis yang menghasilkan sesuatu harus dikerjakan sesuai keahliannya. Dengan adanya pembagian ini kegiatan operasional akan efektif dan efisien. Di sisi lain, Proses Bisnis membentuk keahlian yang berdampak pada pengembangan diri pekerja.

Manfaat Proses Bisnis

Sebelum mengimplementasikan Proses BisnisSetelah mengimplementasikan Proses Bisnis
Manajemen waktu yang buruk:Karyawan tidak memiliki jam kerjaTidak ada standarisasi waktu pengerjaan barang/jasaManajemen waktu yang efisien:Karyawan memiliki jam kerja yang jelas dan adanya standarisasi waktu pengerjaan barang/jasa
Tidak ada spesifikasi kerja bagi karyawan:Karyawan tidak memiliki deskripsi kerja yang jelas.Adanya spesifikasi kerja bagi karyawan:Karyawan memiliki deskripsi pekerjaan yang jelas. Adanya deskripsi pekerjaan yang jelas, membuat barang/jasa yang dihasilkan bisa mencapai target dengan maksimal. Hal ini membuat konsumen merasa puas dengan produk/jasa yang ia bayar.
Tidak ada perencanaan keuanganTidak ada perencanaan keuangan di awalTidak ada pembagian alokasi dana untuk praproduksi, produksi, maupun pascaproduksiAdanya perencanaan keuanganAdanya perencanaan keuangan di awal Adanya perencanaan keuangan dan alokasi dana yang tepat, mendorong proses produksi barang/jasa menjadi lebih maksimal
Tidak memiliki tahapan evaluasi Kesalahan yang sama akan terjadi terus menerusAdanya tahapan evaluasi Setiap kesalahan dapat diperbaiki dan dianalisis penyebabnya, sehingga tidak mempengaruhi efektivitas produksi barang/jasa
Perbedaan sebelum dan sesudah mengimplementasikan proses bisnis

Bisa dilihat, kan,  bahwa Proses Bisnis sangat berpengaruh untuk keberlangsungan bisnismu. Tanpa adanya penerapan Proses Bisnis yang jelas, maka akan berpengaruh pada keseluruhan aspek dan menghasilkan barang/jasa yang tidak maksimal.

Jenis Proses Bisnis

Pada penerapannya, Proses Bisnis memiliki tiga jenis proses berdasarkan tujuannya. Simak penjelasannya di bawah ini, ya.

Proses Utama

Dalam Proses Bisnis, proses utama merupakan inti dari kegiatan operasional yang menghasilkan barang/jasa. Pada proses utama, ada penambahan nilai pada hasil yang dicapai pada akhir produksi. Jadi, dapat dikatakan proses utama adalah aktivitas utama pada bisnismu. Contoh proses utama yaitu proses produksi barang/jasa, penjualan, pembelian, dan pemasaran.

Proses Pendukung

Proses manajemen merupakan proses yang mengatur kegiatan operasional bisnis. Aktivitas pada proses utama dan pendukung bisnismu ditentukan oleh proses manajemen. Proses manajemen menghasilkan strategi yang menciptakan tujuan dan cara terbaik dalam keberjalanan bisnismu. Contoh proses manajemen yaitu perencanaan, pengarahan, dan evaluasi.

Aspek Proses Bisnis

Proses Bisnis memiliki beberapa aspek yang menjadi nilai dan motivasi seluruh aktor dalam menjalankan bisnis. Terdapat tiga aspek proses bisnis yang akan dibahas satu persatu di bawah ini. 

1. Pembagian Kerja Sesuai Keahlian

Ketika kamu memiliki bisnis restaurant, nggak mungkin dong, dari awal belanja ke pasar beli bahan baku sampai melayani konsumen kamu semua yang kerjain? Nah, dalam Proses Bisnis, ditekankan bahwa harus ada pembagian kerja yang dilakukan oleh individu sesuai keahlian. Harus ada koki yang punya pengalaman memasak, bagian pemasaran yang memiliki keahlian menyusun strategi, dan seorang akuntan yang memiliki ilmu menyusun laporan keuangan. 

Begitu juga dengan deskripsi pekerjaan pada setiap karyawan. Idealnya, karyawan hanya mengerjakan apa yang sudah ditugaskan oleh pemilik. Hal ini juga berkaitan dengan keahlian yang dimiliki oleh masing-masing karyawan. Hasil produksi barang/jasa akan maksimal jika dikerjakan oleh seseorang yang memang ditugaskan secara khusus pada tahap tertentu. Pekerjaan yang tumpang tindih akan berdampak pada kedua pihak, baik bagi karyawan itu sendiri maupun pemilik bisnis.

2. Tujuan dan Nilai Bisnis Yang Disepakati Bersama

Setiap aktor yang berada dalam bisnismu, harus sama-sama menyadari hasil apa yang ingin dicapai. Mengapa demikian? Karena, ketika semua aktor bisa menyadari ada nilai yang harus dicapai dari barang/jasa yang diproduksi, maka kinerja aktor-aktor tersebut akan maksimal dan terarah. 

Contohnya, nih, kamu adalah seorang mekanik di sebuah bengkel. Bengkel tersebut memiliki prinsip bahwa kendaraan yang diperbaiki harus bisa selesai tepat waktu sesuai perjanjian dengan konsumen dan kerusakan yang diperbaiki harus diselesaikan secara tuntas. Kamu sendiri sudah memperbaiki bagian kendaraan yang rusak sesuai dengan tugasmu. Kamu juga telah menyelesaikannya tepat waktu. Namun, rekan kerjamu yang seharusnya memperbaiki bagian lain justru lambat. Akhirnya kendaraan tersebut tidak selesai tepat waktu dan mengecewakan konsumen. 

Oleh karena itu, penting bagi semua aktor yang terlibat dalam suatu bisnis untuk menjunjung nilai dan tujuan bisnis yang telah dibentuk. 

3. Konsumen Sebagai Prioritas

Nggak jauh dari contoh sebelumnya, segala hal yang berkaitan dengan hasil produksi bisnis harus berlandaskan kepuasan konsumen. Aspek ini tidak hanya berkaitan dengan barang/jasa yang diberikan pada konsumen, tetapi juga bagaimana menjaga hubungan baik dengan konsumen. Salah satu contoh yaitu memiliki customer service yang bertujuan untuk memberikan solusi apabila terjadi ketidaksesuaian barang/jasa dari bisnismu.

Tahapan Proses Bisnis

Proses Bisnis memiliki tiga tahapan proses untuk mengatur bisnismu dari awal hingga akhir. Yuk, simak bersama ya.

1. Menetapkan Tujuan dan Strategi

Tetapkan tujuan produksi barang/jasa secara spesifik. Gunakan berbagai indikator seperti riset dan survei agar tujuan tersebut sesuai dengan keadaan sekitar dan kemampuan yang dimiliki. Kamu juga perlu membuat strategi yang tidak hanya fokus pada cara memasarkannya, tapi bagaimana hasil barang/jasa tersebut bisa berdampak di masa kini dan masa depan (sustainable). 
Selain itu strategi menentukan individu yang akan mengerjakan proses tersebut merupakan poin penting yang tidak boleh tertinggal, ya. Pokoknya ingat kata kuncinya: jangan overlapping!

2. Melakukan Proses Produksi/Kegiatan Operasional

Setelah mengantongi tujuan dan strategi, kamu bisa langsung menerapkan proses yang telah dirancang sedemikian rupa untuk menghasilkan suatu barang/jasa. Jangan lupa untuk mengecek pembagian kerja dan standar pada barang/jasa yang dihasilkan.

3. Melakukan Evaluasi

Langkah akhir yang tidak dapat diabaikan yaitu evaluasi. Analisislah segala faktor keberhasilan maupun kegagalan yang terjadi pada aktivitas tersebut. Analisis ini juga diperlukan agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan kegagalan.atau menghambat produktivitas selanjutnya.

Contoh Proses Bisnis

Bagaimana, sudah paham teori-teori yang telah dijelaskan sebelumnya? Nah, berikut ini kamu akan melihat contoh penerapan Proses Bisnis pada perusahaan dagang dan jasa.

Contoh Proses Bisnis Warung
Contoh Proses Bisnis Ekspedisi

Jika dikelola dengan baik, Proses Bisnis akan menghadirkan peluang baru bagi perkembangan bisnis. Jadi, Proses Bisnis ini harus diterapkan dengan disiplin, jelas, dan terstruktur agar barang/jasa dapat memberikan kesan baik pada konsumen dan memberi keuntungan pada pemilik. 

Semoga penjelasan artikel ini bermanfaat untuk kamu yang sedang bingung untuk  membuat tahapan bisnis yang efektif. Selamat mencoba!


Profil penulis:
Dyah Ayu Agustina merupakan seorang penulis aktif yang menjadi kontributor untuk beberapa media nasional, seperti Geotimes, Menjadi Manusia, Konde.co, dan Marketing Plus. Tertarik pada isu sosial, perempuan, ekonomi, dan internasional.

Share:

Konten Terkait

investasi jangka panjang
pengelolaan persediaan barang dagang
warung-pintar-group-logo
  • Warung Pintar HQ 2
  • Jl. Lauser No. 28, Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12120