wpg-logo

Tempatnya Juragan Dapat Informasi Terbaru Seputar Bisnis Warung!

Blog/Bisnis/Artikel/Laporan Laba Rugi Sebagai Alat Identifikasi Untung/Rugi Usaha/

Laporan Laba Rugi Sebagai Alat Identifikasi Untung/Rugi Usaha

Oleh Juanny/30 November 2021/
Share:
laporan laba rugi

Setelah mempelajari laporan keuangan sederhana, kamu tentu ingin mengetahui lebih lanjut cara membuat setiap laporan yang ada di dalamnya. Salah satunya yaitu Laporan Laba Rugi.

Laporan Laba Rugi merupakan laporan keuangan mendasar yang harus dibuat oleh semua jenis perusahaan, baik skala besar seperti pasar swalayan, hotel, ritel, hingga skala kecil seperti warung kelontong, bengkel maupun toko mainan. Tanpa adanya Laporan Laba Rugi, perusahaan akan kesulitan menghitung laba bersih atau keuntungan dari setiap usahanya. Padahal, kita usaha untuk mendapatkan laba, bukan? 

wpg-banner

Nah, artikel ini akan menjelaskan pengertian dan aspek-aspek penting Laporan Laba Rugi yang bermanfaat untuk kamu. Baca hingga selesai, ya, karena ada contoh-contoh di setiap metode pembuatan Laporan Laba Rugi yang bisa kamu terapkan. 

Pengertian Laporan Laba Rugi

Laporan Laba Rugi atau profit loss statement adalah laporan keuangan usaha yang menyatakan laba bersih dengan menghitung selisih pendapatan operasional dan beban biaya. Pembuatan Laporan Laba Rugi dilakukan pada periode tertentu, umumnya di akhir bulan dan tahun. 

Tidak seperti laporan arus kas yang hanya menghitung transaksi tunai, Laporan Laba Rugi juga menghitung seluruh transaksi baik tunai maupun non-tunai. Dengan membuat Laporan Laba Rugi, kamu bisa mengetahui apakah pendapatan usahamu menghasilkan untung yang lebih besar atau justru sebaliknya. 

Pentingnya Laporan Laba Rugi

Laporan Laba Rugi nggak hanya memberikan informasi tentang seberapa besar jumlah keuntungan maupun kerugian usahamu, lho. Tetapi laporan ini juga memiliki berbagai fungsi yang gak kalah penting:

Mengetahui Tren Keuangan Usaha

Tren keuangan usaha merupakan cara menganalisis keuangan usaha dari waktu ke waktu. Laporan Laba Rugi membuatmu membandingkan berapa jumlah keuntungan atau kerugian yang didapat pada periode tertentu. 

Dengan cara ini, kamu bisa mengidentifikasi penyebab terjadinya peningkatan keuntungan usaha atau hal-hal yang mempengaruhi ketika usahamu mengalami kerugian. Tren positif menandakan usahamu mengalami keuntungan dan tren negatif menunjukkan kondisi keuangan usahamu mengalami kerugian. 

Menginformasikan Sumber Pendapatan dan Pengeluaran Terbanyak

Ketika membuat Laporan Laba Rugi, kamu akan memasukkan beberapa komponen pendapatan dan pengeluaran usaha. Bentuknya bisa dari pendapatan operasional, beban gaji, beban sewa kantor, dan pengeluaran pajak. Dari sumber-sumber itulah, kamu bisa menganalisis mana saja yang mendapat keuntungan atau mengeluarkan biaya terbanyak.

Bahan Evaluasi Kondisi Keuangan Usaha

Dengan mengetahui tren keuangan dan sumber pendapatan dan pengeluaran terbanyak, kamu bisa menjadikan Laporan Laba Rugi sebagai bahan evaluasi. Evaluasi kondisi keuangan secara berkala sama pentingnya dengan membuat laporan keuangan itu sendiri, lho! Tanpa adanya evaluasi yang tepat, kamu sebagai pelaku usaha  cenderung akan melakukan kesalahan secara berulang. Begitu pula ketika mendapat keuntungan lebih setiap bulannya, kamu bisa mengkaji strategi agar laba yang diperoleh selalu meningkat.  

Alat Ukur Investor Untuk Menilai Perkembangan Usaha

Tahukah kamu, bahwa Laporan Laba Rugi merupakan salah satu alat pertimbangan utama investor untuk menyuntikkan dana ke usahamu? Hal ini disebabkan Laporan Laba Rugi berisi seluruh pendapatan dan pengeluaran tunai dan nontunai usahamu. Investor akan menilai dengan rinci jumlah transaksi di setiap beban, pendapatan, maupun utang usaha yang dimiliki. Investor juga akan melihat kemampuan usahamu melunasi pajak yang dibebankan setiap periodenya. Jadi, pastikan kamu membuat Laporan Laba Rugi dengan benar dan teliti, ya!

Pendapatan

Seperti yang telah dijelaskan di atas, Laporan Laba Rugi akan menunjukkan hasil laba bersih atau keseluruhan pendapatan bersih usahamu. Tapi, apa sih, pendapatan dalam Laporan Laba Rugi yang dimaksud?

Pendapatan atau revenue adalah keuntungan yang didapat dari hasil penjualan barang produksi atau pelayanan jasa. Dalam bisnis, pendapatan dibagi menjadi dua jenis yaitu pendapatan kotor dan bersih. 

Pendapatan kotor atau gross sales merupakan seluruh keuntungan yang didapat murni dari penjualan produk atau pelayanan jasa saja. Sedangkan pendapatan bersih atau gross profit adalah seluruh keuntungan yang telah dikurangi beban-beban biaya dan pajak. Jika kamu seorang pemilik usaha, maka pendapatan bersih inilah yang akan menjadi tolok ukur laba atau profit usaha yang akan diperhatikan dari waktu ke waktu. 

Sumber pendapatan:

  • Hasil penjualan produk/jasa
  • Penjualan aset tetap dan tidak tetap
  • Hasil menyewakan aset usaha
  • Bunga yang didapat dari hasil meminjamkan dana kepada pihak lain
  • Dividen dari hasil pembagian saham perusahaan lain

Kerugian

Kalau udah bahas pendapatan nggak bakal lupa, dong, sama kebalikannya yaitu kerugian. Dalam bisnis, kerugian merupakan berkurangnya nilai atau keuntungan yang didapat dari kegiatan operasional usaha. Kerugian bisa berupa berkurangnya jumlah pendapatan maupun rusaknya perlengkapan atau peralatan usaha. Setiap usaha dan bisnis pasti pernah mengalami kerugian, baik pada proses produksi, operasional maupun pra-produksi. Kerugian ini bisa diidentifikasi dengan berbagai cara, salah satunya dengan membuat Laporan Laba Rugi. 

Nah, dengan Laporan Laba Rugi, akan terlihat jelas transaksi apa saja yang jumlahnya berkurang atau memiliki kelebihan dari periode selanjutnya. Hasil pengurangan jumlah modal dan pendapatan yang minus bisa mengindikasikan bahwa usahamu mengalami kerugian. 

Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang

Laporan Laba Rugi perusahaan dagang adalah Laporan Laba Rugi usaha dagang yang akan menunjukkan hasil untung atau rugi pada kondisi keuangan usahamu. Perbedaan mendasar yang hanya ada pada Laporan Laba Rugi perusahaan dagang adalah adanya akun Harga Pokok Penjualan. 

Harga Pokok Penjualan (HPP) adalah jumlah persediaan awal dikurangi persediaan akhir lalu ditambahkan dengan biaya pembelian. Komponen lain yang ada di Laporan Laba Rugi perusahaan dagang yaitu pendapatan kotor, pendapatan usaha sampingan, beban-beban, dan pajak. 

Perusahaan dagang yang bisa menggunakan Laporan Laba Rugi ini meliputi toko kelontong, pasar swalayan, penjualan grosir pakaian, apotik, toko alat tulis, warung kopi dan toko sepeda. Supaya kamu lebih memahami cara pembuatannya, yuk simak artikel Laporan Laba Rugi!

Toko Sepeda

Laporan Laba Rugi Perusahaan Jasa

Laporan Laba Rugi perusahaan jasa adalah Laporan Laba Rugi yang digunakan untuk menghitung jumlah keuntungan (laba) dan rugi perusahaan jasa. Berbeda dengan Laporan Laba Rugi perusahaan dagang, kamu tidak perlu memasukkan Harga Pokok Penjualan. Hal ini disebabkan pada penjualan jasa, tidak ada persediaan barang awal yang dibeli dan sisa barang penjualan. Kamu cukup memasukkan akun pendapatan kotor. Kecuali jika kamu memiliki usaha sampingan yang menjual barang dagang juga. 

Contohnya, nih, kamu membuka usaha salon sekaligus menjual produk kecantikanjuga. Nah, kamu baru bisa menambahkan Harga Pokok Penjualan pada Laporan Laba Rugi. 

Selain salon, perusahaan jasa apa saja, sih yang termasuk dalam kategori ini? Kamu bisa langsung cek artikel Laporan Laba Rugi perusahaan jasa,  untuk mengetahui informasi lengkap dan cara pembuatannya. 

Toko Salon

Struktur Laporan Laba Rugi 

Laporan Laba Rugi memiliki beberapa komponen yang menjelaskan hasil akhir laba bersih usahamu. Jika disusun, maka laporan tersebut memiliki struktur yang harus kamu pahami. Simak penjelasannya di bawah ini, ya. 

Struktur Laporan Laba Rugi

1. Pendapatan 

Komponen pertama yang harus dimasukkan dalam Laporan Laba Rugi adalah pendapatan kotor. Kamu harus memasukkan seluruh jumlah hasil keuntungan penjualan operasional usaha. Selain itu, komponen retur dan diskon penjualan juga termasuk dalam akun pendapatan.

2. Harga Pokok Penjualan (HPP)

Setelah memasukkan akun-akun pendapatan, kamu harus mencantumkan Harga Pokok Penjualan (HPP). Pada perusahaan dagang, HPP penting sebagai penentu harga dasar pada produk yang dijual. Kamu tidak perlu menambahkan HPP jika perusahaanmu bergerak di bidang jasa. 

3. Laba Kotor

Laba kotor didapat dari pengurangan kedua komponen tersebut, yaitu pendapatan dan HPP. Laba kotor akan menjadi komponen pertama yang menentukan jumlah pendapatan usahamu yang didapat dari hasil penjualan dan HPP. 

4. Beban Usaha

Beban usaha memiliki peran penting pada Laporan Laba Rugi. Pada komponen inilah sebagian besar pengeluaran usaha terjadi. Mulai dari yang berpengaruh langsung pada operasional atau aset yang kamu miliki. Oleh karena itu, komponen beban usaha memiliki banyak akun yang disesuaikan dengan pengeluaran usahamu. Contohnya aja, nih, beban sewa, beban gaji, beban listrik, beban air, beban administrasi dan beban iklan. 

wpg-banner

5. Laba Bersih Operasional

Laba bersih operasional bisa diartikan sebagai pendapatan bersih usahamu sebelum dikurangi pendapatan usaha sampingan dan pajak. Laba bersih operasional menunjukkan hasil penjumlahan laba kotor dan beban-beban usaha. 

6. Pendapatan Non Operasional

Jika memiliki pendapatan tambahan dari usaha sampingan, kamu bisa memasukkannya di komponen ini. Pendapatan non operasional berisi pendapatan dari hasil penjualan dan beban-beban yang ada. 

7. Pajak Pendapatan

Ada satu lagi komponen dalam Pendapatan Non Operasional yang nggak boleh dilupakan yaitu pajak pendapatan. Pajak pendapatan ini merupakan penjumlahan dari Pajak Penghasilan (Pph) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) usahamu. Setelah mengetahui jumlah pajak pendapatan, kamu bisa menguranginya dengan hasil laba kotor pendapatan non operasional. 

8. Laba Bersih

Nah, hasil akhir dari Laporan Laba Rugi akan menunjukkan laba bersih. Suatu usaha dikatakan untung apabila jumlah laba bersih lebih besar dari biaya pada beban usaha. Sebaliknya, kamu akan mendapat kerugian apabila laba bersih usahamu lebih rendah dari biaya beban usaha yang dikeluarkan. 

Laporan Laba Rugi Single Step

Dalam penerapannya, Laporan Laba Rugi memiliki dua metode. Metode yang pertama yaitu Single Step sedangkan metode kedua merupakan Multiple Step

Laporan Laba Rugi Single Step adalah metode Laporan Laba Rugi yang menempatkan akun-akun pendapatan dan beban pada satu kelompok. Seluruh akun pendapatan dimuat dalam satu penempatan meskipun memiliki sumber yang berbeda. Contohnya aja, nih, pendapatan jasa, pendapatan bunga, dan pendapatan penjualan langsung ditulis dalam satu kelompok. Begitu juga dengan akun-akun beban dan Harga Pokok Penjualan. 

Pengelompokkan ini memudahkan kamu dalam proses pembuatan Laporan Laba Rugi, bukan? Selain itu penyatuan akun-akun ini lebih mudah dibaca karena komponennya terlihat lebih sedikit. 

Meskipun lebih mudah dibuat dan dibaca, Laporan Laba Rugi Single Step tidak memberikan rincian sumber pendapatan, beban, dan HPP yang sebetulnya penting untuk dijabarkan. Hal ini mengakibatkan tidak adanya identifikasi khusus apabila terjadi kerugian. Kamu nggak bisa menganalisis bagian pendapatan atau beban mana yang mengakibatkan usahamu rugi. 

Laporan Laba Rugi Single Step bersifat sederhana. Oleh karena itu, laporan ini sering digunakan oleh pemilik usaha-usaha mikro yang tidak membutuhkan laporan perputaran uang secara rinci. Usaha dan bisnis yang sering menggunakan Laporan Laba Rugi Single Step yaitu warung kopi, usaha angkringan, dan reparasi perkakas elektronik. 

Laporan Laba Rugi Multiple Step

Berkebalikan dengan Laporan Laba Rugi Single Step, Laporan Laba Rugi Multiple Step merupakan penyusunan Laporan Laba Rugi yang lebih detail dan menjabarkan komponennya sesuai sumber. Setiap komponen dibagi menjadi beberapa kategori. Akun pendapatan dipecah menjadi pendapatan operasional dan pendapatan non operasional. Begitu pula dengan akun-akun beban usaha. 

Laporan Laba Rugi Multiple Step lebih banyak digunakan perusahaan besar dan memiliki keterkaitan dengan pihak luar seperti kreditor, investor, dan pemilik saham lainnya. Pihak-pihak luar tersebut perlu mengetahui bagaimana perusahaan mendapatkan keuntungan di setiap kegiatan operasionalnya. 

Jika kamu membaca laporan ini, maka akan lebih mudah dianalisis apabila terjadi keuntungan atau kerugian. Darimana sumber yang lebih banyak mendatangkan keuntungan atau sebaliknya. Namun, kelemahan Laporan Laba Rugi Multiple Step yaitu lebih rumit dan memakan waktu ketika membuatnya. 

Cara Membaca Laporan Laba Rugi

Laporan Laba Rugi memiliki peran penting sebagai alat penilai yang digunakan pihak luar terhadap kondisi keuangan usahamu. Oleh karena itu, kamu perlu membuatnya dengan teliti agar terbaca dan dianalisis dengan tepat. Namun, apakah kamu sudah tahu cara membaca dan menganalisis Laporan Laba Rugi? 

Kamu harus ingat pedoman Laporan Laba Rugi ini, ya:

Laba = laba bersih > beban usaha

Rugi = laba bersih < beban usaha

Dalam akuntansi, selisih antara keduanya sering disebut margin. Margin inilah yang menjadi alat analisis para investor, vendor, maupun pihak lain saat membaca Laporan Laba Rugi usahamu. Margin tidak hanya dianalisis dari selisih total laba bersih dan beban usaha pada periode tertentu, tapi juga dilihat pada Laporan Laba Rugi tahun ini dan tahun sebelumnya. 

Usahamu dapat dikatakan mengalami tren positif atau laba ketika total laba bersih tahun ini lebih besar dari tahun sebelumnya. Hal ini menandakan usahamu berkembang dan mengalami kemajuan dari segi keuangan. Sebaliknya, jika total laba bersih tahun ini lebih sedikit dari tahun sebelumnya maka usahamu mengalami tren negatif atau rugi. 

Contoh Laporan Laba Rugi PT. Warung Sejahtera periode Agustus 2021:

Seperti yang bisa dilihat pada contoh di atas, pada periode Agustus 2021 PT. Warung Sejahtera memiliki total laba bersih senilai Rp 14.150.000 dan total beban usaha senilai Rp 11.450.000. Meskipun memiliki margin yang sedikit, namun dapat dikatakan PT. Warung Sejahtera mendapatkan keuntungan. 

Nah, jadi lebih paham, kan tentang Laporan Laba Rugi? Jangan lupa, ya untuk mengecek ulang struktur dan komponen-komponen di dalam Laporan Laba Rugi agar hasil akhirnya sesuai dengan kondisi keuangan usahamu. Salah menempatkan satu komponen aja bisa berpengaruh sama hasil akhir total laba bersih, lho. Selamat mencoba, ya!

FAQ

Apa yang dimaksud Laporan Laba Rugi?

Laporan Laba Rugi atau profit loss statement adalah laporan keuangan usaha yang menyatakan laba bersih dengan menghitung selisih pendapatan operasional dan beban biaya.

Apa saja yang membuat Laporan Laba Rugi penting dibuat?

  • Mengetahui tren keuangan usaha
  • Menginformasikan Sumber Pendapatan dan Pengeluaran Terbanyak
  • Bahan Evaluasi Kondisi Keuangan Usaha
  • Alat Ukur Investor Untuk Menilai Perkembangan Usaha

Apa saja struktur yang ada di Laporan Laba Rugi?

  1. Pendapatan
  2. Harga Pokok Penjualan
  3. Laba Kotor
  4. Beban Usaha
  5. Laba Bersih Operasional
  6. Pendapatan Non Operasional
  7. Pajak Pendapatan
  8. Laba Bersih

Apa yang dimaksud Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang?

Laporan Laba Rugi perusahaan dagang adalah Laporan Laba Rugi usaha dagang yang akan menunjukkan hasil untung atau rugi pada kondisi keuangan usahamu.

Apa yang dimaksud Laporan Laba Rugi Perusahaan Jasa?

Laporan Laba Rugi perusahaan jasa adalah Laporan Laba Rugi yang digunakan untuk menghitung jumlah keuntungan (laba) dan rugi perusahaan jasa. 

Apa yang dimaksud Laporan Laba Rugi single step?

Laporan Laba Rugi Single Step adalah metode Laporan Laba Rugi yang menempatkan akun-akun pendapatan dan beban pada satu kelompok

Apa yang dimaksud Laporan Laba Rugi multiple step?

Profil penulis:

Dyah Ayu Agustina merupakan seorang penulis aktif yang menjadi kontributor untuk beberapa media nasional, seperti Geotimes, Menjadi Manusia, Konde.co, dan Marketing Plus. Tertarik pada isu sosial, perempuan, ekonomi, dan internasional.

wpg-banner
Share:

Konten Terkait

perencanaan pemasaran

Konten Populer

perencanaan pemasaran
Menemukan Cara Sukses di Setiap Pilihan Hidup Sejak Usia Muda
warung-pintar-group-logo
  • Warung Pintar HQ 2
  • Jl. Lauser No. 28, Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12120